Rancang Bangun Sistem Monitoring PH dan Suhu Air pada Akuaponik Berbasis Internet of Thing (IoT)

Dini Megawati, Kholidiyah Masykuroh, Danny Kurnianto

Sari


Akuaponik yang menyatukan sistem budidaya tanaman hidroponik dengan ternak ikan sangat pesat belakangan ini karena menghemat lahan yang digunakan. Sistem akuaponik yang dibahas pada paper ini menggunakan ikan lele dan tanaman kangkung sebagai kombinasi akualtur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik mutualisme. Pada pembudidayaan sistem akuaponik ini dibutuhkan perhatian yang lebih terhadap air, karena air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ikan dan tanaman pada akuaponik. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kadar keasaman dan suhu air. Selama ini para pemilik akuaponik masih menggunakan cara manual dalam memonitoring kadar air. Pada penelitian ini penulis membuat solusi suatu kontrol kondisi air menggunakan sensor pH dan suhu berbasis Internet of Things yang menggunakan Arduino Uno sebagai pengontrol mikropengendali, sensor pH digunakan untuk mendeteksi kadar keasaman air, sensor suhu untuk pembacaan suhu menggunakan DS18b20, dan Wemos D1 Mini sebagai interface wifi untuk mengirim data ke firebase. Aplikasi MIT App Inventor digunakan untuk menampilkan data di smartphone pengguna. Dari hasil pengujian akurasi sensor pH air asam didapatkan rata-rata erorr sebesar 7,77%, air murni rata-rata erorr sebesar 6,97%, dan air basa rata-rata erorr sebesar 2,59%. Hasil pengujian akurasi sensor suhu air panas didapatkan rata-rata erorr sebesar 1,59%, air normal rata rata erorr 1,40%, dan suhu air panas didapatkan rata-rata erorr 1,02%.

 

Aquaponics, which combines hydroponic cultivation systems with fish farming, is swift recently because it saves land. In this aquaponics system, catfish and kale are used to combine accumulation and hydroponics in a symbiotic mutualism environment. This aquaponics cultivation system requires more attention, such as water and temperature conditions. Water is an essential factor in the growth of fish and plants in aquaponics. Things that need to be considered are the acidity and the temperature of the water. Mostly, aquaponics owners still use manual methods to monitor water levels. In this paper, we controlled the water condition using a pH and temperature sensor. This system is based on the Internet of Things that using Arduino Uno as a microcontroller controller, a pH sensor used to detect water acidity, and a temperature sensor (DS18b20) for temperature reading, and Wemos D1 Mini as a wifi interface for sending data to Firebase, and the MIT App Inventor application as an application for display on the user's smartphone. Based on the results, the accuracy of the pH sensor for acidic water is 7.77% of error, pure water had an average error of 6.97%, and alkaline water had an average error 2.59%. The results of testing the accuracy of the hot water temperature sensor obtained an average error of 1.59%, normal water had an average error of 1.40%, and the temperature of hot water obtained an average error of 1.02%.


Kata Kunci


Akuaponik; Internet of Things; Arduino UNO; Wemos D1 Min

Teks Lengkap:

PDF


Dilihat:
Sari 995 kali
PDF 550 kali

Referensi


A. Masduki, “Hidroponik Sebagai Sarana Pemanfaatan Lahan,” J. Pemberdaya., vol. 1, no. 2, pp. 185–192, 2017.

A. Fahmi, I. A. Wijaya, N. A. Ghani, and A. Sugiharto, “Sistem Monitoring Dan Controlling Air Nutrisi Aquaponik Menggunakan Arduino Uno Berbasis Web Server,” Kinetik, vol. 1, no. 1, pp. 39–46, 2016.

Y. Sastro, “Akuaponik : Budidaya Tanaman Terintegrasi Dengan Ikan , Permasalahan Keharaan dan Strategi Mengatasinya,” Bul. Pertan. Perkota., vol. 5, no. 1, pp. 33–42, 2015.

K. R. Haqim, I. Agus, G. Permana, and U. S. St, “Perancangan Web Monitoring Dan Kontroling Aquaponic Untuk Budidaya Ikan Lele Berbasis Internet Of Things,” ISSN 2442-5826 e-Proceeding Appl. Sci. Vol.4, No.3 Desember 2018 |, vol. 4, no. 3, pp. 2786–2808, 2018.

Zulfiadi dan Suraiya Nazlia, “Pengaruh tanaman berbeda pada sistem akuaponik terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan lele (Clarias sp),” Acta Aquat., vol. 1, no. 1, pp. 24–30, 2014.

F. Karoba, R. Nurjasmi, U. Respati, and I. Jakarta, “Pengaruh Perbedaan pH terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Sistem Hidroponik Nft(Nutrient Film Tecnique),” J. Ilm. Respati, vol. 7, no. 2, pp. 5–6, 2015.

L. E. Rahmadhani, L. I. Widuri, and P. Dewanti, “Kualitas Mutu Sayur Kasepak (Kangkung, Selada, dan Pakcoy),” J. Agroteknologi, vol. 14, no. 01, pp. 33–43, 2020.

S. R. Fitriani, E. Daningsih, and Yokebed, “Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Fosfor terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (ipomoea reptans) pada Hidroponik Super Mini,” J. Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 6, no. 5, pp. 1–10, 2017.

H. arnita ayu kusunamawati, djoko suprapto, “Pengaruh Ekoenzim Terhadap Kualitas Air Dalam Pembersaran Ikan Lele,” J. of Maquares, vol. 7, no. 1992, pp. 1–11, 2012.

K. Oktavianto, “Perencanaan dan Pembuatan Alat Pengatur Suhu , Monitoring Ph Air dan Pemberi Makan Ikan Arwana Otomatis Berbasis Mikrokontroler Atmega16,” vol. 1, no. 1, 1945.

D. Muhammad Hasan Basri, “Rancang Bangun Sistem Akuaponik Berbasis Mikrokontroler dan Android,” J. Simetrik, vol. 9, no. 2, pp. 208–214, 2019.

A. Qalit and A. Rahman, “Rancang Bangun Prototipe Pemantauan Kadar Ph Dan Kontrol Suhu Serta Pemberian Pakan Otomatis Pada Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Berbasis Iot,” J. Karya Ilm. Tek. Elektro, vol. 2, no. 3, pp. 8–15, 2017.

E. Rohadi et al., “Sistem Monitoring Budidaya Ikan Lele Berbasis Internet Of Things Menggunakan Raspberry Pi,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 5, no. 6, p. 745, 2018.




DOI: https://doi.org/10.15575/telka.v6n2.124-137

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal TELKA terindex oleh :


            Crossref logo           


Onesearch logo     IPI logo      Dimensions logo




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.