https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/issue/feed TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol 2019-11-27T02:38:52+07:00 Nanang Ismail nanang.is@uinsgd.ac.id Open Journal Systems <div><table><tbody><tr><td align="left" valign="top"><p> </p><div class="intro" style="width: 500px;"><ul><li><strong>ISSN: <a style="text-decoration: none;" href="http://u.lipi.go.id/1473062719" target="_blank">2540-9123</a> (online)</strong></li><li><strong>ISSN: <a style="text-decoration: none;" href="http://u.lipi.go.id/1451890148" target="_blank">2502-1982</a> (print)</strong></li><li><strong>SK Akreditasi (RISTEKDIKTI): <a style="text-decoration: none;" href="/index.php/TELKA/pages/view/sertifikat-akreditasi-ristekdikti" target="_blank">30/E/KPT/2018</a></strong></li></ul></div>Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.</td><td style="width: 10px;"> </td><td align="left" valign="top"><a title="cover image" href="/logo/cover/cover-telka.jpg"><img src="/logo/cover/cover-telka-small.jpg" alt="cover image" align="left" /></a></td><td style="width: 10px;"> </td></tr></tbody></table></div> https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.83-92 Simple LoRa Protocol: Protokol Komunikasi LoRa Untuk Sistem Pemantauan Multisensor 2019-11-27T02:38:50+07:00 Eko Didik Widianto didik@live.undip.ac.id Al Arthur Faizal aafaizal@student.ce.undip.ac.id Dania Eridani dania@ce.undip.ac.id Richard Dwi Olympus Augustinus rdoaugustinus@ce.undip.ac.id Michael SM Pakpahan msmpakpahan@ce.undip.ac.id Standar terbuka pada sistem komunikasi LoRa (Long Range) menyebabkan perbedaan cara implementasi dalam setiap penggunaannya. LoRaWAN (Long Range Wide Area Network) sebagai protokol bawaan LoRa masih mempunyai beberapa kekurangan yang menyebabkannya kurang efektif untuk diimplementasikan pada sistem tertentu. Penelitian ini mengembangkan protokol SLP (Simple LoRa Protocol) sebagai alternatif protokol komunikasi dan arsitektur jaringan yang didesain berdasarkan kekurangan yang dimiliki oleh LoRaWAN. Protokol ini mendefinisikan format data dan proses komunikasi antara client dan gateway dalam mode setup untuk pendaftaran node secara mandiri dan polling untuk transaksi data. Proses setup mampu mengenali node dengan konfigurasi sensor beragam dan dapat mengirmkan data dari node ke gateway dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SLP menghasilkan peningkatan performa QoS dalam throughput dan packet loss dari LoRaWAN menggunakan modulasi yang sama. 2019-11-27T02:38:50+07:00 Copyright (c) 2019 Eko Didik Widianto, Al Arthur Faizal, Dania Eridani, Richard Dwi Olympus Augustinus, Michael SM Pakpahan https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.93-102 Studi Jarak Jangkauan X-Bee Pro S3b 900 untuk Aplikasi Node Wireless Sensor Network pada Daerah Gunung Api Berbasis Received Signal Strength Indicator (RSSI) 2019-11-27T02:38:51+07:00 Rakhmad Gusta Putra gusta@pnm.ac.id Dirvi Eko Juliando Sudirman dirvi@pnm.ac.id Hanifah Nur Kumala Ningrum hanifah.nkn@gmail.com Nur Asyik Hidayatullah asyik@pnm.ac.id Indonesia saat ini memiliki 129 gunung berapi yang aktif dan hanya 69 diantaranya yang baru bisa termonitoring dengan baik. Bencana gunung api dapat dihindari dengan melakukan monitoring yang baik terhadap kondisi gunung api secara menyeluruh sebagai mekanisme peringatan dini bencana. Monitoring area gunung api yang cukup luas menjadi kendala tersendiri dikarenakan titik pemantauan yang banyak. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan salah satu sistem yang sesuai untuk melakukan pemantauan dengan jumlah titik sensor yang terdistribusi, fleksibel dan terintegrasi. Secara garis besar, sistem WSN terdiri dari receiver dan node sebagai transmiter. Komunikasi dari node menuju receiver dapat dilakukan langsung ataupun melalui node yang lainnya. Standar komunikasi nirkabel dari WSN untuk desain dan aplikasi mengacu pada IEEE 802.15.4. Perangkat yang mendukung standar ini salah satunya adalah X-Bee. X-Bee memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan, relatif murah dan berdaya rendah. Salah satu hal yang menjadi poin penting dalam aplikasi WSN pada gunung api adalah jarak jangkauan. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi jarak jangkauan Xbee Pro S3 900 pada area gunung api Kelud menggunakan RSSI. Dalam penelitian ini digunakan tiga buah node dan satu receiver sebagai perangkat pengambilan data. Tiga node transmitter tersebut di tempatkan pada tempat yang sesuai untuk mengamati kondisi gunung api Kelud. Jarak jangkauan XBee Pro S3B 900 LoS dengan konfigurasi yang dilakukan, didapatkan jarak jangkauan 79,2 m, sedangkan pada eksperimen mencapai 3,78 km pada nilai RSSI -60dBm. Jarak jangkauan rata-rata tiga node kondisi non LoS berdasarkan nilai RSSI -80 dBm adalah 50 m sedangkan dalam eksperimen didapatkan 441 m. Nilai RSSI hasil eksperimen didapatkan hasil lebih baik daripada hasil simulasi. 2019-11-27T02:38:51+07:00 Copyright (c) 2019 Rakhmad Gusta Putra, Dirvi Eko Juliando Sudirman, Hanifah Nur Kumala Ningrum https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.103-113 Advanced Encryption Standard (AES) pada Modul Internet of Things (IoT) 2019-11-27T02:38:51+07:00 Royyannuur Kurniawan Endrayanto roy.en@student.ub.ac.id Adharul Muttaqin adharul@ub.ac.id Raden Arief Setyawan rarief@ub.ac.id Pada modul IoT yang memerlukan enkripsi data tetapi tidak dilengkapi dengan hardware accelerator khusus untuk enkripsi, perlu menggantikan hardware tersebut dalam bentuk program. Akan tetapi penambahan program enkripsi diketahui dapat menimbulkan permasalahan pada modul IoT berbasis embedded system yang memiliki sumber daya terbatas. Dalam kajian ini dibahas algoritma enkripsi AES-128 yang diimplementasikan pada modul IoT Particle Photon yang belum memiliki hardware accelarator. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan AES-128 pada modul IoT. Hasil pengujian menunjukkan AES-128 yang diterapkan dapat berjalan baik dengan waktu enkripsi paling lama 398 mikrodetik dan throughput terkecil 301507,538 bit/detik. Hasil pengukuran beban terhadap penerapan enkripsi berupa penggunaan memori flash oleh program sebesar 16.024 Byte dengan penggunaan RAM sebesar 3.020 Byte. 2019-11-27T02:38:51+07:00 Copyright (c) 2019 Royyannuur Kurniawan Endrayanto, Adharul Muttaqin, Raden Arief Setyawan https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.114-121 Identifikasi Kualitas Beras Menggunakan Metode k-Nearest Neighbor dan Support Vector Machine 2019-11-27T02:38:51+07:00 Sofia Saidah sofiasaidahsfi@telkomuniversity.ac.id Muhammad Bayu Adinegara bayuadi@student.telkomuniversity.ac.id Rita Magdalena ritamagdalena@telkomuniversity.ac.id Nor Kumalasari Caecar caecarnkcp@telkomuniversity.ac.id Beras merupakan makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia. Beragamnya kualitas beras di pasaran menuntut adanya pengawasan terhadap standar kualitas beras. Pengamatan terhadap kualitas beras secara visual rentan terhadap kesalahan dikarenakan subjektifitas setiap pengamat berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan dengan mendeteksi kualitas beras berbasis morfologi citra.. Sistem didesain dengan menggunakan dua metode klasifikasi yang berbeda, yaitu k-Nearest Neighbor (K-NN) dan Support Vector Machine (SVM) untuk kemudian diperoleh sistem dengan metode terbaik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan identifikasi kualitas beras dengan akurasi terbaik yang diperoleh yaitu 96,67% ketika digunakan metode K-NN jenis Euclidean dengan nilai k=1, dan 96,67% pada saat digunakan parameter SVM OAO dan OAA dengan tipe kernel Polynomial serta kernel option 7. 2019-11-27T02:38:51+07:00 Copyright (c) 2019 Sofia Saidah, Muhammad Bayu Adinegara, Rita Magdalena, Nor Kumalasari Caecar https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.122-129 Denoising Sinyal EEG dengan Algoritma Recursive Least Square dan Least Mean Square 2019-11-27T02:38:51+07:00 Nor Kumalasari Caecar Pratiwi caecarnkcp@telkomuniversity.ac.id Rita Magdalena ritamagdalena@telkomuniversity.ac.id Yunendah Nur Fuadah yunendah@telkomuniversity.ac.id Sofia Saidah sofiasaidahsfi@telkomuniversity.ac.id Syamsul Rizal syamsul@telkomuniversity.ac.id Muhamad Rokhmat Isnaini isnaini.isnen@gmail.com EEG mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan dari arus ionik yang beredar sepanjang neuron otak. Dalam pengaturan eksperimental, sinyal EEG sering terkontaminasi dengan berbagai noise akibat gerakan otot dan jantung. Noise dengan magnitudo yang lebih tinggi dari sinyal aslinya akan merusak sinyal EEG dan bisa berakibat fatal dalam analisis diagnosa. Sehingga diperlukan sebuah sistem denoising yang mampu secara maksimal mengurangi noise, tanpa menghilangkan komponen informasi penting dari sinyal EEG. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam mereduksi noise pada sinyal biomedis adalah RLS dan LMS. Keuntungan utama dari penggunaan adaptif filtering termasuk RLS dan LMS adalah dapat digunakan pada lingkungan non-stasioner. Tujuan penelitian adalah melakukan uji perbandingan performansi filtering RLS dan LMS dalam mereduksi noise pada sinyal EEG. Parameter performansi yang diukur adalah waktu komputasi, MSE, SNR, dan PSNR. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa adaptif filtering dengan RLS dan LMS mampu mereduksi noise pada sinyal EEG dengan baik. Filter LMS memiliki kelebihan pada waktu komputasinya yang singkat, rata-rata waktu komputasi filter LMS selama 0.7 detik, jauh berbeda dengan filter RLS yang membutuhkan waktu sampai dengan 113 detik. Tetapi kehandalan sistem dari sisi MSE, SNR dan PSNR untuk filter LMS masih berada dibawah RLS untuk intensitas noise yang rendah. Besarnya parameter SNR dan PSNR pada filter RLS cenderung lebih stabil pada intesitas noise 10 dB, 20 dB, dan 30 db. Hal berbeda terjadi pada denoising dengan menggunakan filter LMS, terjadi perubahan SNR yang signifikan dari 16.14 dB pada noise 10 dB, 21.09 dB untuk noise sebesar 20 dB, dan 25.81 dB untuk intensitas noise sebesar 30 dB. 2019-11-27T02:38:51+07:00 Copyright (c) 2019 Nor Kumalasari Caecar Pratiwi, Rita Magdalena, Yunendah Nur Fuadah, Sofia Saidah https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.130-138 Pengembangan Antena Fleksibel Mikrostrip Bowtie 2019-11-27T02:38:52+07:00 Levy Olivia Nur levy.olivia@gmail.com Muhammad Fathan Hizbuddin hizbuddingfathan@gmail.com Bambang Setia Nugroho bambangsetianugroho@telkomuniversity.ac.id Antena mikrostrip fleksibel dengan patch bowtie dipresentasikan dalam penelitian ini. Antena berbahan fleksibel Duroid Roger 3003C dengan frekuensi 2,45 GHz telah dirancang dan diukur. Penelitian ini mengusulkan penggunaan antena dengan bahan fleksibel untuk komunikasi saat dan pasca terjadi bencana alam seperti gempa atau erupsi gunung berapi. Pada makalah ini dilakukan modifikasi dengan penambahan elemen parasitic untuk meningkatkan bandwidth dan mengefektifkan pola radiasi. Pola radiasi, gain, S-parameter, dan VSWR dievaluasi dalam kondisi normal, bend, dan on-body dengan simulasi nilai SAR. Hasil pengukuran terhadap parameter-parameter tersebut menunjukkan bahwa antena fleksibel patch bowtie ini dapat digunakan dalam kondisi on-body centric. 2019-11-27T02:38:52+07:00 Copyright (c) 2019 Levy Olivia Nur, Muhammad Fathan Hizbuddin, Bambang Setia Nugroho https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.139-146 Rancang Bangun Robot Pemadam Api Menggunakan Kontrol Bluetooth dan Virtual Reality 2019-11-27T02:38:52+07:00 Denni Kurnia dennikurnia458@gmail.com Rina Mardiati annerina84@gmail.com Mufid Ridlo Effendi mufid.ridlo@uinsgd.ac.id Aan Eko Setiawan aaneko37@gmail.com Robot bermanfaat untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, membutuhkan tenaga besar, pekerjaan yang berulang, dan pekerjaan yang berbahaya. Saat ini, robot dikembangkan dengan berbagai desain dengan tujuan-tujuan tertentu, salah satunya adalah robot pemadam api. Robot pemadam api yang sudah dikembangkan sebelumnya, pada umumnya sistem navigasinya berbasis otonom. Pada penelitian ini akan dilakukan sebuah rancang bangun robot pemadam api yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno, dengan kontrol navigasi oleh manusia (tidak otonom) melalui Bluetooth. Piranti penglihatan robot pemadam api dibangun menggunakan Virtual Reality Box yang dipakai oleh user untuk mengarahkan gerak robot pemadam api. Instruksi pergerakan robot yang dilakukan oleh user dikirim ke sistem robot melalui Bluetooth. Selain dari itu, robot pemadam api yang dibangun memiliki fitur tambahan proteksi menggunakan sensor ultrasonik, yang berfungsi sebagai fungsi yang melindungi robot dari tabrakan. Fitur proteksi ini akan berfungsi mengunci gerakan robot, jika terdeteksi objek penghalang pada jarak tertent, sehingga instruksi dari user tidak akan dieksekusi jika fitur proteksi ini sedang dalam status on. Pada penelitian ini, dilakukan beberapa pengujian untuk mengetahui kinerja fungsi-fungsi robot yang sudah dibangun. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan, diperoleh bahwa fungsi-fungsi dan fitur yang dibangun pada robot ini memiliki kinerja yang baik, dan berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Kesimpulan khusus, bahwa komunikasi user dengan robot pemadam api melalui koneksi Bluetooth memiliki kinerja baik pada rentang maksimal 16 meter. 2019-11-27T02:38:52+07:00 Copyright (c) 2019 Denni Kurnia, Rina Mardiati, Mufid Ridlo Effendi, Aan Eko Setiawan https://telka.ee.uinsgd.ac.id/index.php/TELKA/article/view/telka.v5n2.147-155 Rancang Bangun Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) Multifrekuensi berbasis ARM 2019-11-27T02:38:52+07:00 Afin M Nurtsani munawar@elektro.undip.ac.id Baron Murianda munawar@elektro.undip.ac.id Teguh Prakoso teguhprakoso@elektro.undip.ac.id Yuli Christyono mrjully@gmail.com Munawar Agus Riyadi munawar@elektro.undip.ac.id Timbangan badan biasa tidak dapat membedakan antara massa lemak dan massa non lemak. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alat pengukuran yang mampu membedakan massa lemak dan massa non lemak. Untuk mengetahui komposisi tubuh, digunakan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang memiliki keunggulan yaitu murah, mudah, dan portable. Penggunaan frekuensi yang berbeda pada BIA memberi kelebihan pada kemampuan segmentasi. Untuk itu, pada penelitian ini, dilakukan rancang bangun BIA yang bekerja pada beberapa frekuensi berbeda, yaitu Multi Frequency Bioelectrical Impedance Analysis (MFBIA). Sistem pengolahan sinyal BIA dirancang berbasis ARMSTM32F103C8T6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengolah sinyal dapat menghasilkan data persentase lemak tubuh. Galat relatif dari sistem pengolah sinyal sebesar 9,926% pada metode Hand-to-Hand, dibandingkan terhadap alat pembanding komersial sejenis. 2019-11-27T02:38:52+07:00 Copyright (c) 2019 Afin M Nurtsani, Baron Murianda, Teguh Prakoso, Yuli Christyono, Munawar A Riyadi